Tittle : Goodnight,Like Yesterday
Author : Fe
Main Cast :
-Kim Taehyung
-Jung Jiseok
Support Cast : Park Jimin,Jeon Jungkook,Kim Namjoon,dll
Genre : Happy ending
Leght : Oneshot
Rating : PG-15
Note : Hollaaaaa new author here,aku bawa ff gajelas... Untung aja hidup sang author jelas/? oke abaikan,langsung aja ya ^^
Happy reading~
.
.
.
'Selamat malam,siapa yang tahu, mungkin esok hari takdir akan berubah'
.
.
.
"Jiseok!" Panggil seorang pria.
"Mwo?" Tanya gadis itu.
"Anniya!" Jawab pria bername Tag '김태형'
"Damn it!" Gumam wanita bername tag '정지석'
"Jiseok!"
"Apa lagi?"
"Lihat pr matematika!"
"Ishh dasar!"
Jiseok pun memberikan buku matematikan pada Taehyung. Taehyung pun
tersenyum lebar karena masa kelamnya -dihukum- tidak akan terjadi.
***
"Taehyung!"
"Hei! Kalau masuk apartment orang bilang-bilang dong!" Taehyung
melepaskan pelukan Jiseok.
"Hehe! Maaf!"
"Kau ketakutan seperti itu lucu sekali!" Taehyung mengacak-acak rambut Jiseok.
"Ya! Taehyung!" Jiseok mempoutkan bibirnya.
"Eh,Jiok kenapa lari-lari?" Tanya Taehyung.
"Eungg.. Tadi eumm.. Ada suara aneh teyung" Jawab Jiseok.
"Jadi sekarang?" Taehyung melirik Jiseok.
"Aku mau menginap disini!" Jiseok tersenyum.
"Lagi?" Jiseok mengangguk.
"Taehyung antar aku ke kamarku!" Jiseok menarik tangan Taehyung.
.
.
.
"Kau masih mengerjakan pr? Bukankah sudah kita selesaikan?" Tanya
Taehyung sambil mengocek-ngocek susu coklatnya.
"Aku mau menghafal bodoh!" Jawab Jiseok.
"Oh.."
"Kau tidak menghapal?" Tanya Jiseok.
"Percuma,tidak bisa diingat!" Jawab Taehyung.
"Ishh..."
Jiseok kembali belajar,sedangkan Taehyung pergi ke balkon sambil
meminum susunya dan mendengarkan musik.
"Hoseok hyung,adikmu bawel sekali" Gumam Taehyung.
Taehyung dan Jiseok sudah biasa tidur dirumah salah satu dari
mereka dan tidak ada yang berfikiran negativ,karena kakanya Taehyung
-Hyunmi- menikah dengan Hoseok -kaka dari Jiseok-
"Hyunmi nunna!" Taehyung menyimpan cangirnya dan melihat sms dari
nunna kesayangannya itu.
***
"Taehyung ayo bangun" Jiseok menepuk-nepuk pipi Taehyung.
"Hmmm... Sebaiknya kau turun dari badanku! Kau berat atau
jangan-jangan kau mau memberikan morning kiss nuna!" Taehyung
mengucek-ngucek matanya.
"PD sekali kau!" Jiseok turun dari kursi -yang Taehyung pake untuk tidur-
"Eh,kau sudah mandi?" Tanya Taehyung.
"Iya,wae? Aku wangi ya?" Jiseok tertawa.
"Kau manis!" Taehyung mencubit pipi Jiseok.
Pria berambut coklat itu meninggalkan Jiseok yang tengah mematung
ditempatnya,perasaan sialan apa ini? -Tanyanya dalam hati.
.
.
.
"Cepat makannya!" Jiseok mengangkat wajahnya.
"Makananmu pun masih banyak!"
"Tetapi aku sudah siap,selagi kau belum menyisir dan disepatu!"
Jiseok mengomel tak jelas.
"Kau sama Jin ahjussi sama-sama cerewet!" Gumam Jiseok sambil
mempoutkan bibirnya.
"Karena aku anaknya!"
Mereka pun menyelesaikan makan dan berangkat kesekolah. Taehyung
menyuruh Jiseok menunggunya yang sedang mengambil motor.
"Ayo naik!" Suruh Taehyung.
Jiseok menaiki motor Taehyung,dan memeluk pria berambut coklat itu.
.
.
Deg
.
.
'Sial! Hatiku! Kenapa berdetak tidak jelas begini?' Batin Taehyung.
"Hei! Kau mau kita terlambat?" Jiseok menepuk bahu Taehyung.
"Eh,iya!" Taehyung pun mulai mengendarai motornya.
.
.
.
"Taehyung,kita tidak ke rumah sakit lagi?" Tanya Jiseok.
"Aku muak dengan obat-obat itu!" Jawab Taehyung.
Jiseok menatap Taehyung,rasanya ia ingin menampar pria ini.
"Itukan demi kesehatanmu!"
"Ishh.. Coba saja kau yang makan obatnya kau pasti merasa muak juga!"
Taehyung berjalan meninggalkan Jiseok.
***
"Wanita itu kemana sih!" Taehyung terus menekan bell apartment Jiseok.
"BlankTae! Kau sedang apa?" Tanya seorang pria tampan.
"Eung... Ini Jimin,kau melihat Jiseok tidak?" Pria yang dipanggil
Jimin menggelengkan kepalanya.
"Ishh.. Dimana sih bocah itu?" Gumam Taehyung.
"Ini sudah jam 10 malam loh,kau harus mencari kaka ipar jadi-jadianmu
itu! Kalau tidak mati kau dimarahi kakamu beserta suaminya!" Jimin
menepuk bahu Taehyung.
"Benar juga! Jika begitu,annyeong!"
.
.
.
"Taehyung! Tolong aku!" Teriak Jiseok sambil memukul pria-pria yang menggodanya.
"Ayolah nona,hari ini saja!"
"Kau mau aku bunuh eoh?" Jiseok menendang 6 pasang kaki pria yang
mengganggunya itu.
"Ya,kau berani membunuh kami? Kau saja yang ingin kami bunuh!"
Jiseok menelan salivanya saat ke6 pria itu mengeluarkan
pisau,sialan kenapa Taehyung tidak menolongnya seperti di drama-drama
alay -menurutnya,bukan menurut Pemes- yang selalu ia tonton. Dengan
berat hati ia mencoba berteriak dan menonjok ke6 pria pedopil ini -ga-
"Hei! Mau lari kemana kau?" Teriak salah satu pria itu.
***
-Jiseok Pov-
Aku terus berlari,sialan kenapa semua orang hanya meliriknya dan
kemudian kembali melanjutkan aktivitas berjalannya. Taehyung,Hoseok
oppa,Hyunmi eonnie,eomma appa dimana kalian disaat aku membutuhkan
kalian?
"Ahh!!" Teriakku saat merasa kakiku terkilir,oh ayolah ke-6 pria itu
semakin dekat.
"Taxi!" Teriakku pada sebuah taxi dan langsung menaiki taxi itu dan
meminta taxinya berjalan.
'Sialan,kita kehilangan gadis itu' Gumam preman itu.
"Kita mau kemana?" Tanya sopir taxi itu.
"xxxxxxx apartment" Jawabku.
"Baiklah!"
.
.
.
Aku keluar dari lift dan melihat pria yang seharusnya menolongku
memasang wajah khawatirnya didepan pintu apartmentku.
"Ya! Kau abis darimana? Kenapa seragammu robek? Kenapa kau keringetan?
Kenapa jalanmu seperti itu?" Tanya Taehyung bertubi-tubi,aku langung
memeluknya dan menangis.
"Jiok kenapa menangis?"
"Kau kemana? Kenapa tidak membantuku?" Isakku.
"Kau kenapa?" Tanya Taehyung.
"Sekelompok preman mendekatiku!" Jawabku.
"Kau diapakan oleh mereka? Sebaiknya kita masuk dulu!"
-Jiseok Pov End-
***
Taehyung dan Jiseok duduk sambil menatap teletivi di kamar Jiseok.
"Jadi kau digrepe-grepe?" Tanya Taehyung.
"Heh! Tidak!" Jawab Jiseok.
"Lalu?"
"Aku langsung kabur"
"Bajumu robek!"
"Ini saat aku berkelahi"
"Lalu kenapa kau melewati daerah itu eung?"
"YA KARENA AKU HANYA HAPAL JALAN ITU,LALU SURUH SIAPA KAU
MENINGGALKANKU? KAU ADIK MACAM APA?" Amarah Jiseok sudah tak tertahan.
"OH YA KARENA AKU BOSAN MENDENGAR OCEHANMU!"
"AKU MENGOCEH DEMI KEBAIKANMU!"
"APA HAKMU UNTUK MENGOCEH? KAU HANYA KAKA IPAR,BUKAN SIAPA-SIAPA YANG PENTING!"
"OH,YASUDAH TERSERAH KAU! AKU JUGA TIDAK AKAN MENGURUS HIDUPMU LAGI!"
"AKU MAU PULANG!" Taehyung keluar dari kamar Jiseok.
"Terserah!"
Jiseok mematikan tv dan menaiki kasur lalu membenamkan wajahnya
dibalik bantal.
.
.
'BRUK'
.
.
Jiseok yang merasa ada suara aneh langsung berlari ketakutan.
"TAEHYUNG!!" Teriaknya,tapi terhenti saat melihat pria yang ia panggil
tertidur di lantai.
"Taehyung! Sadar! Kau sedang menipuku kan bodoh?" Jiseok menepuk-nepuk
pipi Taehyung.
.
.
.
"Hikss.. Hyunmi eonnie!" Jiseok dari tadi menangis bersama Hyunmi.
"Tenang saja,dia sudah sadar!" Hoseok keluar dari ruang Taehyung.
"Terimakasih telah menyelamatkan adikku!" Hyunmi tersenyum pada Hoseok
yang notabennya suaminya.
Jiseok sedikit melihat ke2 pasangan ini dengan iri,hanya karena
Hoseok dulunya selalu merawat Taehyung mereka berdua jadi
menikah,unik!
"Eonnie paman dan bibi dimana?" Tanya Jiseok.
"Belum pulang Jiseok!" Jawab Hyunmi.
"Oh,kasian sekali Taehyung!"
"Kalian berdua sebaiknya pulang!" Suruh Hoseok.
"Tunggu aku mau melihat adikku dulu!"
Hyunmi memasuki ruang inap Taehyung.
"Hai nuna!"
"Taehyung,kau sudah minum obat?" Tanya Hyunmi.
"Ne!" Jawab Taehyung.
"Cepat sembuh ya sayang!" Hyunmi mencium pipi Taehyung.
"Ne,nuna... Mana Jiok?" Tanya Taehyung.
"Jiseok? Dia diluar sedang mengobrol dengan Hoseok oppa" Jawab Hyunmi.
"Tolong panggilkan!" Pinta Taehyung.
"Baiklah"
Hyunmi keluar dari ruang Taehyung,Taehyung melirik kiri-kanannya
ini sungguh membosankan!
"Heh!" Panggil seorang wanita.
"Hei,maaf soal yang tadi!" Gumam Taehyung.
"Taehyung lupakan yang tadi,jangan pernah membuatku khawatir lagi! Aku
benci itu!" Satu persatu air mata Jiseok keluar.
"Jangan menangis,aku benci itu! Tersenyumlah!" Pinta Taehyung.
Jiseok pun tersenyum walau ada airmata mengalir dipipinya.
"Sekarang pulanglah!" Taehyung memegang tangan Jiseok.
"Lalu aku meninggalkan mu?" Tanya Jiseok.
"Ya,besok kau harus sekolah!"
"Baiklah!"
***
-Jiseok Pov-
Aku turun dari motor Jimin dan berjalan berdua dengan Jimin menuju kelas.
"Jimin-ah!" Panggilku.
"Ne,Jiseok?"
"Apakah mataku sembab?" Tanyaku.
"Hmm.." Jawabnya.
"Annyeong sunbaenim!" Aku dan Jimin melirik seorang pria dibelakang kami.
Pria itu tampan,tapi tidak terlalu tinggi,ya mungkin berbeda 9cm
dariku,berarti ia 1cm lebih pendek dari Jimin.
"Ya,kau siapa?" Tanyaku.
"Yugyeom imnida!" Jawabnya.
"Ada apa Yugyeom?" Tanya Jimin.
"Eungg hanya ingin mengenal kalian" Jawab pria manis itu.
"Kau murid kelas 10 ya? Itu tugas kan untuk mengetahui seluk beluk
sekolah ini?" Jimin menatap Yugyeom.
"Haha ne sunbaenim,harusnya aku meminta bantuan Taehyung sunbae tapi
aku belum melihatnya hari ini!" Ia menggaruk kepalanya.
.
.
Taehyung?
.
.
Tau apa dia tentang Taehyung?
.
.
"Maaf aku harus pergi dulu!" Aku meninggalkan mereka berdua.
Hari ini aku kembali berjalan dengan melamunkan pria itu pria
bodoh yang bisa membuatku tertawa dan tenang,juga membuatku...
"Merasa nyaman?" Terdengar suara seorang pria.
.
.
Dia?
.
.
"Yoongi!" Pangilku.
"Hai! Dimana Taehyung?"
"Dia sakit!"
"Kembali?"
"Ne"
Semua orang menanyakan Taehyung,dan bayangan tentang dirinya
kembali berputar diotakku. Bagaimana kabar dia hari ini? Apakah dia
sudah baikkan? Apakah dia sudah makan? Apakah dia masih hidup?
Ya,pasti dan dia harus tetap hidup!
.
.
"Jiok Jiok!" Aku membuka mataku.
"Hei! Kau mengubah namaku!" Aku mempoutkan bibirku.
"Lihat itu hyung dan nunna berc---"
"Bodoh! Sudah biasa kali kalau yang nikah kaya gitu,atau kau baru
pertama kali melihat orang seperti itu?" Ia mengangguk dengan wajah
blank tapi imutnya.
.
.
.
Kenangan itu tanpa sengaja melintas dipikiranku. Aku melirik pria
disampingku.
"Jiok lihat itu eomma appa!" Teriak Taehyung ditaman.
"Jangan berteriak! Memalukan!" Perintahku.
"Hai,Taehyung Jiseok!" Sapa Jin ahjussi dan ditemani senyuman Taemi ahjumma.
"Annyeong ahjussi ahjumma!" Aku membungkukan badanku.
"Taehyung sayang maaf baru bisa menjengukmu!" Taemi ahjuma memeluk Taehyung.
"Bagaimana kau sudah dikemo?" Tanya Jin ahjussi.
"Tidak mau pah!" Jawab Taehyung.
"Wae?" Walaupun bukan aku yang ditanya tapi aku bisa merasakan
hangatnya kasihsayang ibu,YaTuhan aku jadi ingat ibuku.
"Paman,Bibi permisi aku mau kembali kesekolah harus ada tugas yang
harus Ji kerjakan!" Aku berpamitan pada ke2 orangtua ini.
"Ne,hati-hati Ji!"
Aku menuju tempat parkir dan mengsms Hoseok oppa.
.
.
"Ji?"
.
.
Kenangan itu melintas dimana saat Hoseok oppa dan aku melihat
eomma terbaring lemah,aku yang masih polos tak mengerti apa-apa hanya
bisa membangunkan eomma yang tak kunjung bangun.
.
.
Kini,aku membenamkan wajahku didada kakakku dan menangis.
"Oppa,kau harus berjanji bahwa Taehyung bisa sembuh!" Pintaku.
"Eh? Kau kenapa? Itu takdir Tuhan Ji!"
"Aku tau"
Aku menghela nafasku dan melanjutkan ucapanku "Tapi siapa tau Tuhan
berbaik hati dan menyabut penyakit itu..."
'Ya,kuharap! Semoga Taehyung sembuh! Amin~'
"Baiklah,oppa akan coba sekuat tenaga,kau tidak usah menangis!"
"Kumohon oppa,sudah cukup kita kehilangan eomma dan appa"
"Ne,arrayo! Sekarang kau pulang gih!" Suruh Hoseok.
"Aku mau melihat pertandingan basket antar sekolah dulu oppa!"
"Ayo,oppa antar!"
.
.
.
"Sunbaenim!"
"Oh,hai Yugyeom kau sedang apa disini?" Tanyaku.
"Menonton pertandingan!" Jawabnya.
Aku menganggukan kepalaku,dan kemudian aku melihat pria sedang
duduk dibawah pohon sambil memasang earphone.
"Dia siapa sih sunbaenim?" Tanya Yugyeom.
"Dia itu Kim Namjoon,dia hebat loh bisa membuat lagu tapi dia
pendiam,oh iya nilainya selalu baik"
"Kau mengenalnya ya?"
"Kami pernah sekelas!"
"Kau ingin ku kenalkan dengannya?" Yugyeom memgangguk.
---
Aku masuk keruang Taehyung bersama Jimin dan Yugyeom. Ia
melambaikan tangannya yang tertancap infusan.
"Hai kawan!"
"Taehyung sunbae,aku merindukanmu!"
"Ne,Taehyung! Tidak ada lagi orang yang gila yang bisa aku ajak bermain!"
'Tidak ada lagi orang yang bisa menemaniku lagi' Aku hanya mengucapkan
itu didalam hatiku dan menunduk.
"K--kau ke--nap--pa Jiok?" Terdengar suara parau dari Taehyung.
"Gwenchanayo!" Aku tersenyum,yang mungkin senyuman ini senyuman
terbodoh yang aku berikan.
"Taehyung! Cepat sembuh,nanti kita battle makan tercepat saat kau
ulangtahun! Sekarangkan tanggal 21 berarti ada waktu 9 hari lagi untuk
merayakan ulangtahunmu yang ke17!"
"Jika sampai!"
"Taehyung,kau berbicara ini seakan-akan kau sudah siap bahwa esok hari
terakhirmu!" Jimin melirikku.
"JAGA UCAPANMU JUNG JISEOK! AKU TIDAK RELA JIKA IA BERFIKIRAN SEPERTI ITU!"
"LALU KAU FIKIR AKU RELA JIKA IA PERGI? AKU BERBICARA SEPERTI TADI
MEMANG SESUAI DENGAN KENYATAAN!"
"Hei! Sudah sudah jangan ribut ini rumah sakit!" Hoseok oppa datang
sambil membawa obat-obatan.
"Sebaiknya kalian keluar dulu!" Pinta Hoseok oppa.
---
"Bagaimana oppa?"
"Dia sedang tidur!" Aku menatap oppaku.
"Tidur? Kau yakin?" Tanyaku.
"Ya!" Jawabnya.
Tiba-tiba saja wajahnya melintas dikepalaku dan jantungku berdetak
tak karuan. Segera saja aku masuk ke ruangannya.
"Teyung,kau masih hidup?" Gumamku.
"Eung.. Jiok!"
"Jika aku pergi sebelum ulangtahunku yang ke-17 bagaimana ya?"
"Kau berbicara apa bodoh!" Airmataku jatuh.
"Aku hanya bertanya!" Taehyung yang biasanya meninggikan suaranya kini
memelankannya.
"Kau memangnya sudah siap untuk meninggalkanku?" Entah mengapa mulutku
memaksa untuk berbicara ini.
"Aku tidak siap,aku mencintaimu!"
.
.
.
Mencintai? Jadi selama ini yang kurasakan juga cinta?
.
.
.
"Selamat malam Taehyung,kau harus sembuh seperti malam-malam
sebelumnya" Aku menghapus air mataku "Selamat malam,siapa yang tahu,
mungkin esok hari takdir akan berubah"
"Kuharap!" "Aku mencintaimu!"
Badanku bergetar saat ia mengangkat tangannya lalu terjatuh
lagi,aku keluar dari ruangan ini sambil berlari. Membiarkan
suster-suter yang masuk ke ruangan Taehyung dan membawa tabung oxigen.
Aku berlari menuju rumah siapapun yang kutau rumahnya disekitar sini.
"Buka!" Teriakku.
"Err... Jiseok ada apa malam-malam begini kerumahku?" Tanpa aba-aba
aku langsung menangis dipelukan Namjoon.
"Aku bodoh! Kenapa aku baru merasakan cinta dan kehilangan dalam satu
waktu! Kenapa aku begitu bodoh?" Isakku.
"Siapa?" Tanya Namjoon gugup aku yakin ini pertamakalinya ia
kedatangan tamu wanita.
"Dia!" Jawabku.
"Taehyung?" Aku menganggukan kepalaku.
"Sebaiknya kita bicarakan didalam" Ajaknya yang direstui dengan anggukanku /?
Aku duduk di sofa berwarna hitam ini,sial! Ini kan warna kesukaan Taehyung.
"Bagaimana kabarnya tadi?" Tanya Namjoon.
Benar juga,bagaimana kabarnya? Apakah ia masih hidup? Sekarang
yang bodoh itu Jiseok! Jung Jiseok bodoh!
"Loh kenapa menangis?" Tanya Namjoon.
"Gwenchanayo!" Jawabku.
"Ayo masuk,diluar dingin!" Ajak Namjoon.
---
"Aku bodoh,aku baru menyadari bahwa selama ini aku menyukai pria itu!
Ahh tidak-tidak aku mencintainya" Namjoon melirikku.
"Kau nyatakan saja! Dia pasti menyukaimu juga"
"Bodoh! Aku tidak bisa mengucapkannya,ia sudah mau pergi"
"Kau bisa menunggunya,kan?"
"Menunggu? Menunggu ajalku datang?"
"Jadi dia sudah eungg.." Aku melihat Namjoon yang tengah mengantungkan
kalimatnya.
"Ya,entah kapan ia dipanggil oleh Yang Maha Kuasa dan sekarang ia
terbaring lemah"
-Jiseok Pov End-
***
"Kenapa tidak kau temani saja dia pria yang selalu menemanimu? Kurasa
kau bodoh,kau menghamburkan waktumu dan saat ia tidak ada kau akan
menangis lalu berteriak-teriak seperti orang idiot!" Jiseok menatap
Namjoon,ayolah pria ini benar.
"Baiklah aku akan pergi kesana,annyeong!" Jiseok berdiri.
Jiseok keluar dari rumah Namjoon dan pergi menaiki taxi.
Sebenarnya ia berdusta yang seharusnya berjalan ke rumah sakit,tetapi
kini gadis dengan mata sembab itu menaiki taxi dan turun didepan
rumah-yang cukup megah
Terlihat seorang pria sedang terdiam didepan pintu gerbang seperti
sedang berdoa dan mengharapkan sesuatu.
"Hoobaenim!" Panggil Jiseok.
"Erhh... Nuna?" Pria itu menatap Jiseok.
.
.
.
"Memangnya pria itu bagaimana nun?" Tanya pria yang berada dissbelah
Jiseok (Jungkook).
"Dia baik,dia selalu ada saat ku butuhkan dia,dia pria yang baik,keras
kepala,tetapi lemah! Dia sangat bodoh karena tidak mau mendengarkan
ucapan orang tuanya agar dikemo"
Jungkook melirik Jiseok dengan wajah shocknya. Ia tersenyum.
.
.
Lebih tepatnya tersenyum pahit
.
.
Hatinyapun sesak
.
.
"Jangan bilang nuna menyukai T---"
"Ya,aku pun tidak tau kenapa perasaan ini tiba-tiba datang,aku pun
tidak mengerti" Potong Jiseok.
"Aku juga menyukai seorang wanita,ia ceria,menyebalkan,ramah dan she's
perfect! Tapi baru-baru ini dia bercerita tentang pria yang ia cintai"
Ucap Jungkook.
"Siapa gadis itu?" Tanya Jiseok.
"Jung Jiseok!" Jawab Jungkook,tanpa kemauan dari Jiseok,air matanya
mengalir melewati pipinya.
.
.
.
Jiseok membuka pintu kamar Taehyung dan melihat pria itu
menggunakan kemeja putih dan dirinya menggunakan gaun putih. Jiseok
memeluk pria yang akan menjadi pendamping hidupnya itu.
Kini tidak ada lagi penyakit dan obat-obatan yang membuat muak
Taehyung,kini tidak ada air mata menyedihkan dari keduanya. Mereka
berdua melihat mr & mrs. Kim dan juga ke2 kaka mereka
menangis,menangis karena mereka berdua sudah berbahagia. Dan seorang
Jungkook yang merasa sakit didalam lubuk hati lalu air mata membelai
pipinya.
.
.
Wanita ini sudah berbahagia disamping Taehyung
.
.
Dengan damai
.
.
Tidak ada lagi kalimat perpisahan
.
.
Takdir pun sudah merubah semuanya
.
.
Malam-malam pun sama seperti malam-malam yang kemarin.
-end
Tuhkan,ngegantung... Maaf ya,soalnya thor buru-buru ngebuatnya wkwkw.... Makasih yang udah ngeread jangan lupa kritik dan saran.. 1 komen dari kalian sangat berharga bagi author ^^
Hai para gesrekers!! Kini BTSSG tersedia dalam kemasan fanfiction berbagai genre. Selamat Membaca ^^
Entri Populer
-
Tittle : Goodnight,Like Yesterday Author : Fe Main Cast : -Kim Taehyung -Jung Jiseok Support Cast : Park Jimin,Jeon Jungkook,Kim Namjoon,dll...
-
Genre : School Life, Absurd Comedy, Soft NC Cast : I. Main Cast : Dhita A Fauzia (OC), Jeon JungKook a.k.a JungKook BTS I...
-
Author : jjkim_ririe Title : Unrequited First Love Rating : Teenager Length : Oneshoot Genre : Romance, Hurt C...
-
Genre : Sad Romance, NC 21 Cast : - Jeon Jungkook - Yoon Hi Author : Tha9097 * Hallo, author mau ngasih ff...
-
Cast : Han Yira (OC) Kim Taehyung Other cast : Daehyun B.A.P All member bts Genre : Angst,Marriage,Sad Romance ...
-
Cast : Han Yira (OC) Kim Taehyung Other cast : Daehyun B.A.P All member bts Genre : Angst,Marriage,Sad R...
-
STILL WITH ME (chapter 1) Author : empatD Cast : Kim Taehyung (BTS), Choi Minhwa (OC), and other cast Genre : happy, comedy, ...
Daebak thor. Perbanyak main cast nya jimin bts ya. Biasku jimin soal nya. Keep writing ;)
BalasHapus