Entri Populer

Minggu, 07 Desember 2014



STILL WITH ME (chapter 1)


Author : empatD
Cast : Kim Taehyung (BTS), Choi Minhwa (OC), and other cast
Genre : happy, comedy, school life, sad ending


Author bawa ff castnya si alien nih :v moga suka ^^
happy reading

***********


“Minhwa-yya! Cepatlah! Kita sudah terlambat!”

“sebentar! Eomma! Aku pergi dulu!”

Roda itu berputar dengan cepat menelusuri jalan yang tidak rata. Dengan sekuat tenaga, Taehyung -atau si idiot- menghentikan kayuhannya dan mengakibatkan penumpang dibelakangnya berteriak keras

“KIM TAEHYUUNG!! Kau ingin kubunuh huh?! Kenapa berhenti?!”

“kau tidak mau sekolah?” “apa?” Minhwa mengerutkan dahinya. Melihatnya begitu, Taehyung memutarkan bola matanya malas “kita sudah sampai bodoh!”

“ah? Benar juga. Hahahaha” Minhwa segera berjalan ke kelas tanpa menunggui Taehyung. “ucapan terimakasihnya?”

“sama sama” ucapan Minhwa

“ck..dasar tidak tau diri” ledek Taehyung segera mengikuti Minhwa

                                                           ***

“sebentar lagi ada festival di sekolah kita. Jadi di kelas kita, akan ada yang mengikutinya”

“benarkah? siapa saja?” tanya Minhwa heran “karena sudah terpilih, jadi selamat ya!” teriak Jinri kepada Minhwa “maksudmu?” tanya Minhwa lagi, sambil meminum minumannya

“iya! Kau dan Taehyung akan bernyanyi duet mewakili kelas!”

“uhuk..uhuk!...” Minhwa membersihkan mulutnya dengan tisu “yya! Siapa yang mengusulkannya? Dan..kenapa harus Taehyung?”

“Shin sonsaengnim. Ia tau kalian berbakat. Baiklah, aku pergi keluar dulu, Zelo sudah menungguku diluar. Oh ya, kau dan Taehyung sangat cocok. Apalagi jika kalian berdua sepasang kekasih” Minhwa menggepalkan tangannya geram
Jinri melenggang keluar dan menggandeng tangan Zelo. Minhwa diam dan meminum habis minumannya. “kenapa harus Taehyung? Kenapa tidak Baekhyun saja?”

“memang kenapa kalau bersamaku? Aku tidak akan memakan manusia bodoh sepertimu” ucap Taehyung tiba tiba dibelakang Minhwa. Sontak membuatnya menoleh kebelakang “sejak kapan?”

“sejak barusan. Aku mendengarnya loh” ucapnya polos seperti anak kecil
“terserahmu saja”

“kusarankan jangan berharap dengan Baekhyun. Ia sudah memiliki kekasih” Minhwa tidak  mengindahkan perkataan Taehyung.

“uhuk..uhuk!!” Minhwa menutup mulutnya cepat dengan tisu. Ia melihat bercak darah disana ‘jangan sampai Taehyung mengetahuinya’

“kau sakit? Wajah mu terlihat pucat. Mau kuantar ke ruang kesehatan?”
“tidak perlu. Aku akan ke kamar mandi sebentar. hehe” ucapnya sambil menutup mulut

                                                           ***

Selama perjalanan pulang, Minhwa terdiam sangat lama. ‘kenapa bisa? Aku harap hanya saat ini saja’

“hey, kau tidak mendengarkanku lagi”
“ah? Apa? Kita sudah sampai?”
“sudah. Tapi di danau.. kita sudah lama tidak kesini, benarkan?” Taehyung bersandar pada salah satu pohon yang ada disana.

Suasana sore yang indah, siapa saja melihatnya pasti akan betah untuk berdiam lebih lama. Danau yang bertaburan berlian kilau. Membuat Minhwa segera duduk di samping Taehyung berdiri. “aku suka”

“suka? Suatu saat aku akan mengajak mu kesini lagi, tetapi dengan suasana yang berbeda”
“maksudmu?” Taehyung tersenyum misterius. ia segera menarik Minhwa untuk pulang.
“aku menginap di rumahmu lagi boleh ya?” bujuk Taehyung
“jangan bilang kau...”
“tepat! Ayo!”

Taehyung mengayuh sepedanya. Hanya disinari lampu kecil, jalan tersebut sangat indah.

                                                             ***

“ayo kumpulkan tugas kalian” ucap Jo sonsaengnim. Taehyung dengan cepat memberikannya ke meja. “yeah selesai!”

Minhwa menatapnya malas “dasar curang. Jelas saja cepat, aku yang membuatnya semalam” ucapnya pelan.

“oh ya, Taehyung dan Minhwa, kalian dipanggil Guru Shin ke ruang latihan vocal”

Taehyung segera saja keluar dari kelas “murid kurang ajar. Tidak ada sopannya” umpat Jo sonsaengnim. Minhwa hanya tersenyum dan permisi ke pada Guru Jo.

Taehyung merangkul Minhwa yang pendek darinya “kebiasaan. Aku tau aku tidak tinggi”
“aissh..kau ini. Aku hanya senang merangkulmu” Shinwa hanya menghembuskan nafasnya kasar membuat poni depannya terbang ke atas.

“aigoo..neomu kyeopta.. kau akan menjadi calon istri Tuan Kim yang tampan ini” goda Taehyung sambil mencubit pipinya. “Arrghh!!”

“jangan berharap idiot! Rasakan itu,, bweek. Aku bukan pacarmu” Minhwa pergi meninggalkan Taehyung yang kesakitan. “dia kuat sekali atau aku yang lemah? Entahlah. Kurasa aku harus memikirkannya nanti sambil memakan lollipop apel ini. Tapi apa benar dia tidak menyukaiku?” serunya

Minhwa membuka pintu ruangan dan mendapati Guru Shin disana. “halo”

“oh! Hai Minhwa. Akhirnya kalian tiba. Karena festival diadakan seminggu lagi, aku ingin kalian menyanyikan sebuah lagu”

Taehyung segera menghampiri Guru Shin sambil membersihkan pakaiannya “lagu apa? Guru yang akan melatih kami kan?”

“bukan, kalian berdua akan latihan bersama. Aku hanya memilihkan lagu yang bagus. Kurasa ini cocok untuk kalian berdua”

Guru Shin memberi lirik lagu tersebut dan pergi begitu saja. “itu saja?” tanya Minhwa heran.
Taehyung membacanya serius sambil mengemut permennya itu. Minhwa melihat ekspresi serius Taehyung. Terbesit ide jail di pikirannya, ia segera menyuruh Taehyung menunduk

“ada apa?”

TTAK!

Tanpa disadari, tangkai lollipop yang ada dimulut Taehyung ditarik kuat oleh Minhwa dan segera kabur. Oh jangan lupa dengan tertawaannya yang mengerikan

“Argh.. sakit sekali gigiku! Yya! Bodoh! Jangan kabur!”

                                                              ***

“Taehyungie.. bisakah kau jaga Minhwa di Korea? Kami akan tinggal di Kanada. Minhwa bilang ia ingin hidup mandiri di Korea” ucap Nyonya Choi, Ibu Minhwa.

“Eomma, tenang saja. Aku bisa atur dia. Kalau dia keras kepala, aku akan menghukumnya”

Minhwa memberi tatapan death glare pada Taehyung ‘kenapa dia harus menjadi sahabat ku? Bisa bisa aku habis dibuatnya’

“Minhwa, jaga dirimu baik baik ya sayang. Ibu akan merindukanmu” Minhwa memeluk Ibunya erat “bye Eomma.. bye Appa!” Minhwa melambaikan tangannya kepada mereka berdua. Hingga mobil mereka lenyap dalam gelapnya malam

“Uhuk..uhuk!” Minhwa berlari kedalam rumah. “yya Minhwa-yya! Kau kenapa?!” Taehyung segera menutup pintu rumah dan menghampiri Mina yang terduduk lemas di sofa

“kau tidak apa-apa?”
“yah..aku baik baik saja. Hanya batuk biasa”
“lihat dirimu baik baik! Kau pucat! Kau demam?” Taehyung memegang lehernya ‘hangat’ “sebaiknya kau tidur sekarang”
“aku tidak mau. Aku mash kuat. lihat, bahkan aku bisa tersenyum. Hehe” jawabnya memaksa “jangan memaksakan dirimu bodoh!”

Taehyung duduk disamping Minhwa sambil menonton televisi. Ia merasakan bahu kanannya berat “ia tidur rupanya. Sebaiknya kugendong saja kekamarnya”

Ia pun meletakkan Minhwa diatas kasur dengan pelan agar tidak bangun. Ada satu hal yang menarik perhatian Taehyung. “apa yang ada ditangannya itu?” segera ia ambil dan terdengarlah hembusan nafas kasar.
“Minhwa.....”


                                                                  ***

“Taehyungie! Bangunlaah! Aku sudah membuat sarapan hari ini! Ramen kesukaanmu!”

Teriakkan Minhwa sangat keras hingga Taehyung membuka pintunya malas. Dengan keadaan setengah sadar dan selimut yang menggulung tubuhnya “ada apa hah?”

“ayolaah! Kau harus memakan sarapan yang aku buat pagi ini” ucapnya memelas.
“aku ngantuk”
“setelah makan kau bisa tidur lagi”
“aku kenyang” Taehyung menggaruk kepalanya
“oh ayolaah, sedikit saja”
“kau ini kenapa sih? Aku bisa makan sendiri. Oh ya, bau apa ini? Kau belum mandi atau belum gosok gigi?” ledeknya
“dasar tidak menghargai kerja keras orang! Dasar kau idioot!!”

GREB!

“jangan teriak teriak, kau tidak malu didengar orang sebelah?”

Mata Minhwa membesar dan melepaskan pelukan Taehyung “kau ini bicara apa sih?”

“atau kau mau aku cium ha? Agar tidak teriak lagi?”

“eh?..ii..iya baiklaaah..aku akan menunggumu dibawaah..hwaaa”

“kekeke~ dasar bodoh” Taehyung segera mandi dan mengganti baju

Jam sudah menujukkan jam 9 pagi. Taehyung bermain game diruang depan sendirian. “Minhwa-yya! Tolong ambilkan yoghurt yang ada di kulkas”

Minhwa menydorkan ke depan muka Taehyung “kau kira aku pembantumu? Seenaknya saja menyuruhku”
“kau sahabatku bodoh! Sahabat yang bisa aku suruh..hahaha”
“yyak Taehyung!”
“hahhaa.. oh ya. boleh aku bertanya sesuatu?”

Minhwa terdiam. Ia merasakan ada hal buruk terjadi. Dengan gugup ia mengangguk
“apa kita bisa mulai latihan vokal nanti siang?”

‘hufft..aku pikir ia akan menanyakan tentang apa yang terjadi semalam’ Minhwa tersenyum. “Bisa.. sekarang aku mau main bersamamu. Ayo!”

'aku ingin melihatnya tersenyum seperti ini terus. mungkin ini bukan saat yang tepat untuk menanyakannya' gumam Taehyung



sambung ^^
sory for typo epriwer ya ^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar