Han Yira (OC)
Kim Taehyung
Other cast :
Daehyun B.A.P
All member bts
Genre :
Angst,Marriage,Sad Romance
Author :
YeppoAlien
Summary
: “menerima perlakuan dingin menyakitkan darimu sudah biasa bagiku..tapi
bisakah kau sehari ah tidak sedetik saja memberikan senyumanmu yang biasa kau
berikan kepada yang lain ,, kepadaku ? sekali !”
“YAKKK ! Han Yira cepat
lakukan tugasmu ! kau masih ingat bukan hukuman yang harus kau terima jika
kalah dalam permainan ini?? “Menyatakan cinta kepada KIM TAEHYUNG sunbae !”
“Ne.. arraseo..”kataku
lemas..
Hari ini pasti hari
yang akan menyakitkan bagiku…aku pasti akan mendapatkan sikap dinginnya lagi..
kenapa? Aku bodoh sekali malah ikut dalam permainan bodoh sahabatku padahal aku
ini sangat payah dalam permainan itu ya.. gunting,kertas,batu -_-…
Aku melihatnya duduk
sendirian dipojok kantin dengan sekotak banana milk , juga earphone yang
melekat ditelinganya.. matanya terpejam sambil menyender pada dinding.. aku
mendekat namun dia tidak menyadari kedatanganku.. wajahnya yang tampan juga
rahangnya yang tegas dan matanya yang terpejam bagaikan sosok malaikat dimataku..
tiba tiba dia membuka matanya dan sedikit terkejut dengan kehadiranku di
depannya, dia mulai memberikan tatapan dinginnya kepadaku.. “mau apa kau?”
“tttidak…sunbae..aku hanya..”aku memejamkan mataku menormalkan detak jantungku
yang semakin tak beraturan… taehyung sunbae mulai beranjak dari tempatnya… aku
menahan lengannya.. dengan ragu “maafkan..aku sunbae…Aku mencintaimu sunbae…”
kataku dengan hati hati aku tidak berani membuka mata aku takut menunggu
reaksinya.
“KAU GILA !” sudah kuduga dia menepis tanganku
kasar kata-kata menyakitkan itu sudah sering kuterima.. bahkan pandangan mata
tak menyedapkan dari setiap pengunjung kantin,,, hhh sudah biasa…bagiku.
Aku segera menuju
apartement tempatku tinggal setelah pelajaran sekolah berakhir.. aku memasukan
kombinasi angka yang menjadi password pintu apartementku..cha,,,, pintu
terbuka.. aku lihat ruang tamu.. masih terlihat sepi.. kurasa dia belum pulang,
tersirat rasa lega dihatiku jika aku pulang lebih awal darinya… aku bisa lebih
leluasa ..aku segera masuk kedalam kamar.. yang merupakan satu satunya kamar di
apartement ini. Ya. Apartement ini hanya terdiri dari 1 ruang tamu,, 1 kamar ..
dapur ,, kamar mandi juga balkon…
“huh….”aku membuang
nafas kasar..sambil menjatuhkan diriku pada spring bed king size ku, aku
menatap kosong langit langit kamarku memikirkan sesuatu yang tidak pernah
difikirkan oleh orang lain…tiba-tiba “cekrek” suara pintu kamar terbuka,,,
sudah kuduga.. itu pasti dia, kulihat wajah kusutnya yang masih tetap tampan
bagiku.. dia membuang tas sekolahnya ke sofa didekat pintu juga melonggarkan
dasi sekolahnya “keluarlah.. aku ingin ganti baju”titahnya ketus kepadaku…hah
perlakuan yang lumrah bagiku..,, ah aku lupa memberitahu kalian siapa dia.. ya
dia suamiku…namun kalian pasti bertanya Tanya kenapa kami menikah di usia
muda?? Perjodohanlah yang memaksa kami melakukan ini.. ah tidak.. bukan
perjodohan karena orang tuaku..tidak tahu akan hal ini ayahku sudah meninggal,
ibuku?? Dia menjualku kepada seorang wanita yang sekarang menjadi alm.mertuaku…aku
tidak habis fikir apa yang difikirkan mertuaku.. sehingga ia menikahkan budak
sepertiku kepada anaknya sebelum dia meninggal, dia juga menyekolahkanku
disekolah yang sama dengannya.. alasan yang tidak cukup jelas bagiku yaitu “aku
percaya kau bisa merubah sifat dinginnya seperti semula..karena kau,, kau pasti
akan tau sendiri yira-ah,,!” kata-katanya masih terngiang ditelingaku sebelum
dia menghembuskan nafas terakhirnya…kalian pasti bisa menebak siapa suamiku??
Ya KIM TAEHYUNG sunbae ku disekolah dan suamiku dirumah… semua orang tidak akan
percaya jika aku mengatakan aku adalah istrinya.. karena pernikahan ini hanya
aku,taehyung,ibu mertuaku,teman dekat taehyung dan hanya kepala sekolah yang
tau.. selain itu kalian juga tahu seisi sekolah mengenalku sebagai gadis paling
dibenci kim taehyung..entahlah aku tidak tau alasan dia membeciku.. namun
karena itulah yang membuat aku semakin penasaran kepadanya.. banyak pertanyaan
di otakku yang harus dijawab…oleh siapa lagi? Kalau bukan kim taehyung namun
sangat sulit berbicara dengannya mengingat sikapnya yang selalu dingin
terhadapku.
kulihat dia keluar dari
kamar dengan baju yang sudah berganti menjadi kaos pendek juga celana pendeknya
dia duduk malas di depan televisi mengotak ngatik remotnya malas sambil terus
memperhatikan layar televisi yang terus berubah ubah “oppa..apa kau mau makan??
Biar aku buatkan untukmu .”kataku hati-hati membuka pembicaraan, “aku sudah
makan siang,,,lain kali jangan berlagak menjadi istri yang baik didepanku
,,karena dimataku kau bukan istriku.!” Bagaikan ditusuk ribuan pedang tepat
didadaku kata-katanya sungguh membuat tenggorokanku tercekat..tubuhku
bergetar.. “bbaiklah…kalau begitu,aku akan ganti baju oppa”jawabku
serak..menahan isakanku…dia hanya diam tidak..memberikan reaksi apa apa.. aku
segera menutup pintu kamar sedikit keras… aku segera menuju kamar
mandi,,menyalakan shower,,,membiarkan airnya membasahi tubuhku yang masih
terbalut seragam,,,aku menangis,,bahuku bergetar,,kata-katanya masih terngiang
ditelingaku..begitu besarkah kebenciannya terhadapku ?? oppa biarkan aku tau
kenapa kau membenciku…..??
Aku keluar dari kamar
mandi dengan berbalut handuk setelah selesai membersihkan tubuhku , kulihat
taehyung oppa sudah bersiap siap.. menggunakan jaket kulitnya “oppa kau mau
kemana??”tanyaku “Bukan urusanmu !!”berjalan melewatiku sambil mengambil kunci
motornya “oh ya.. aku peringatkan ,, jangan memanggilku dengan sebutan OPPA ,
memangnya kau siapa?”sambungnya lagi sambil menutup pintu kamar dengan keras..
aku hanya menggigit bibirku.. PERIH.. ya itu yang aku rasakan.. entah
kenapa,,aku masih saja bertahan dalam keadaan ini entahlah otakku berkata untuk
menghentikan semua keadaan menyakitkan ini.. pergi jauhi kim taehyung carilah
lelaki yang benar benar mencintaimu.. tetapi hatiku berkata tetap lanjutkan
yakinlah semuanya akan berakhir.. bahagia untukmu han yira.. aku gila,, ya aku
gila lebih menuruti perintah hatiku.. yang entah benar atau tidak… ENTAHLAH…
aku lelah…
#Other side (author
pov)
“heyy dia datang !!!
What’s up bro !!” salah satu pria berambut blonde berdiri memeluk kim taehyung
… “ada apa dengan wajahmu hyung.. kenapa kau terlihat kusut?” Tanya salah satu
namja paling muda bernama jeon jeongguk atau sering dipanggil jungkook “pasti
dia bertengkar lagi dengan istrinya atau..”salah satu namja bernama park jimin
menebak nebak,, ya kim taehyung mempunyai banyak teman dekat tidak heran mereka
mengetahui pernikahan kim taehyung,,, karena taehyung sering bercerita pada
teman temannya “berhentilah..membicarakan wanita sialan itu !”jawab taehyung
kasar.. membuat semua yang ada disitu terlihat shock “hey..sejak kapan
kau,,menjadi kasar..apa setiap hari kau memperlakukan istrimu seperti ini..
harusnya ka..” “diamlah hyung.. aku kesini untuk mencari hiburan bukan untuk
diceramahi.!”taehyung memotong pembicaraan Jin yang merupakan namja paling
tua.. “jika kau memang tidak menginginkannya,,berikan padaku..apa kau sudah
tidur dengannya??”Tanya jimin lagi spontan.. taehyung sedikit tersedak lalu mendelik
mendengar pertanyaan jimin “Ambilah…dia hanya sampah bagiku..!,, asal kau tau
aku bahkan tak ingin menyentuhnya!” jawab taehyung tak kalah kasar…dari
perkataan sebelumnya.. “sebenarnya apa alasanmu membencinya hyung?” Tanya
jungkook “Molla aku tak punya alasan aku hanya benci dan muak melihatnya..”
jawab taehyung sambil meneguk minuman alkoholnya “hati hati jika kau terlalu
memnbencinya bisa bisa saat dia meninggalkanmu kau baru sadar kalau kau
mencintainya” j-hope memperingatkan..taehyung hanya diam dalam fikirannya
sendiri sambil terus meneguk minumannya.
Yira pov
Sudah larut malam..
kenapa dia belum pulang ?? aku mondar mandir khawatir.. ,, ahh aku pasti sudah
gila,, dia membenciku percuma aku menunggunya pasti hanya kata-kata kasar yang
keluar dari mulutnya dan itu hanya menyakitiku saja.. akupun kembali ke kamar
memutuskan untuk tidur lebih awal…menunggunya hanya akan menyia-nyiakan waktu
bagiku…,, aku menuju kamar merebahkan diriku… menarik selimut..menutupi
sebagian tubuhku… tak lama aku memejamkan mata.. tiba tiba “ceklek..” pintu
kamar terbuka kulihat siapa ternyata itu taehyung oppa kurasa dia mabuk… dia
menatapku nanar…. Kulihat matanya tak ada kilat kebencian hanya kesedihan yang
tersirat dimatanya aku semakin penasaran saja padanya “Yira-ah….” Mwo?? Dia
memanggilku apa?? Yira-ah?? “wae?? Kenapa kau datang dikehidupanku, wae?? WAE??
Yira?? HAN YIRA !!!” kulihat kilat kebencian muncul kembali dimatanya rasa
takut menyerangku apalagi dia mabuk hal apa saja bisa dilakukan jika seseorang
sedang mabuk.. aku berjalan mundur dia memajukan langkahnya.. “yira….han
yira….hiks hiks.. kenapa aku membencimu??” dia memelukku?? Dia menangis??
Dipelukannku?? “opp..aa tidakk maksudku sunbae,, kau baik baik saja??”tanyaku
hati hati ,, tak ada jawaban kudengar..kurasa dia pingsan.. aku menjatuhkan
tubuhnya di kasur.. aku membenarkan posisi tidurnya .. aku mengalah.. aku tidur
di sofa kali ini.. karena aku tau dia tidak ingin tidur seranjang denganku
=========================================================
“uheekkk huekkk” aku
terbangun saat mendengar suara dari kamar mandi,aku berjalan cepat menuju kamar
mandi melihat keadaan disana
Kulihat taehyung oppa
berjongkok didepan closet mencoba mengeluarkan isi perutnya karena rasa mual
dari efek alcohol yang ia minum semalam,, sempat terlintas aku untuk
membantunya namun aku mengurungkan niatku setelah mengingat kata – katanya
kemarin, aku memutuskan pergi meninggalkannya dan bergegas menuju dapur membuat
sarapan.
Aku menata makanan yang
kubuat tadi diatas meja kulihat dia keluar dari kamar mandi dalam keadaan kusut
namun masih tetap tampan dimataku, ah apa yang aku fikirkan. Batinku.
“Kenapa kau selalu
membuang stok bahan makanan kita hah?? Sudah kubilang aku tidak akan pernah
memakan masakanmu tapi kau selalu membuatkannya untukku! kau tuli hah?? Itu
hanya membuang buang makanan saja..!! kenapa kau ini selalu membuatku marah?
Bisakah sehari ah tidak seterusnya kau tidak membuatku marah hah?? Aku lelah
memarahi mencaci wanita sepertimu!!” lagi lagi apa yang kuperbuat salah.. aku
hanya diam memutuskan untuk seolah tak mendengar ucapannya dan lebih memilih
memakan sarapanku, haha oh ayolah walaupun aku sudah kebal namun tetap saja
entah kenapa air mataku selalu keluar saat dia membentakku seperti tadi,,
bahkan rasa masakanku berasa asin seluruhnya dilidahku, karena bercampur dengan
air mata yang terus keluar.
Kulihat
dia sudah berpakaian seragam dengan rapih, dia hanya melirikku sekilas lalu
kembali membetulkan dasinya didepan cermin, aku memutuskan untuk mengambil
handukku dan langsung masuk ke kamar mandi.
hah… ada apa denganku
eoh?? Aku menangisinya lagi,sudah berapa kali aku membuatnya menangis?? Mianhae..
yira ah ini caraku agar kau tidak lagi mencintaiku ah bahkan berhenti memperdulikanku,,
aku hanya akan membuat hidupmu hancur, mianhae. Batin taehyung
taehyung memutuskan pergi menuju sekolah namun
sebelumnya diadatang terlebih dahulu ke dokter pribadinya..
“taehyung-ah kau
datang??” taehyung hanya tersenyum kaku membalas sambutannya
“hey ada apa denganmu?”
tanya dokter muda bernama daehyun tersebut, ya umurnya hanya 3 tahun lebih tua
dari taehyung jadi wajar saja dia begitu bersahabat dan bahkan taehyung sudah
menganggapnya sebagai kakaknya sendiri tak jarang ia selalu jadi tempat curahan
isi hati taehyung.
“hmm” taehyung hanya
menjawab tak bersemangat sambil menjatuhkan badannya di atas sofa dan terus
menatap langit langit ruangan tersebut entah fikirannya melayang kemana
pandangannya kosong seolah sedang memikirkan hal yang begitu disesalinya.
Daehyun hanya menatap
taehyung iba dia mengambil segelas orange juice dari dalam lemari es dan
menyodorkannya kepada taehyung “minumlah..!” taehyung menerimanya dengan lemah.
“sebenarnnya kau ini
kenapa?” Tanya daehyun sambil duduk di depan taehyung.
“aku ini pria jahat
hyung..” katanya sambil meminum orange juice ditangannya matanya masih terus
memandang kosong
“maksudmu??”Tanya
daehyung bingung
“aku menyakiti seorang
wanita yang tak seharusnya aku sakiti hyung,dan parahnya lagi dia selalu baik
padaku..” matanya mulai memerah ada gurat kesedihan yang amat dalam disana
daehyun yang melihatnnya saja ikut kasihan.
“lalu apa alasan kau
membencinya??”Tanya daehyun penasaran sambil membetulkan posisi duduknya
pertanda dia benar benar akan menyimak cerita yang akan keluar dari mulut
taehyung
“hhhh”taehyung membuang
nafas kasar “aku.. hanya tak ingin dia mencintaiku dan harus terpuruk sedih
jika nanti aku meninggalkannya!” kini taehyung tak bisa membendung tangisnya
“kau tau sendiri kan penyakitku eoh?? Aku kapan saja bisa mati.. kalau kau ada
di posisiku apa kau akan membiarkan yeoja menangis dan terpuruk dalam kesedihan
yang berlarut larut karena ditinggalkan orang yang ia cintai??” taehyung
bercerita dengan emosi yang sudah dipendamnya daehyung tertegun mendengar
cerita taehyung tersirat rasa iba mendalam dimatanya.
“jadi wanita itu
mencintaimu??” Tanya daehyun “molla tapi aku merasakannya,aku takut dia malah
mencintaiku terlalu jauh”taehyung menenggak habis minumannya “kau
mencintainya??” pertanyaan daehyun kini membuat taehyung sejenak terdiam
pandangannya menerawang jauh,,
“hmm aku
mencintainya..” jawab taehyung sambil memejamkan matanya “lalu kenapa kau
menyakitinya?? Hah?” kini nada bicara daehyun mulai meninggi “aku tak ingin
menyakitinya nanti hyung aku tak mau dia menangisi kepergianku nanti, dan
bersedih berlarut larut karena itu”
“jadi kau menyakitinya
sekarang?? Kau menangisinya sekarang?? Dengan sikapmu?? Dan membuat dia
membencimu? Dan membuatnya menyesal telah membencimu saat tau kau pergi dalam
keadaan kau mencintainya?? Dan memberitahukan kau mencintainya saat detik detik
terakhir begitu?? Oh ayolah taehyung ini bukan drama, justru dengan begini kau
malah akan sangat menyakitinya dia akan terpuruk dalam kesedihan..” daehyun
meyakinkan taehyung bahwa sikap yang diambilnya itu salah
“tapi hyung setidaknya
saat aku pergi dia tidak mencintaiku lagi..” taehyung meyakinkan
“kau yakin? Dia akan
begitu mudah menghilangkan rasa cintanya padamu?? Sedangkan kalian berdua masih
bersama dengan ikatan pernikahan??” taehyung bungkam dengan kata-kata daehyun
sekarang dia kehabisan kata-katanya hatinya membenarkan apa yang dikatakan
daehyun namun otaknya benar benar ragu untuk mengambil keputusan
“akhh aku pusing !! aku
berangkat sekolah sekarang !!” taehyung bergegas mengambil jaketnya dan pergi
menuju motonya, daehyun hanya menggelengkan kepalanya.
========================================================
Pelajarannya kali ini
terasa begitu membosankan,membuatku kerap dihinggapi rasa kantuk yang begitu
kuat,aku memutuskan meminta ijin ke kamar mandi untuk membasuh mukaku.
Aku berjalan sepanjang
lorong sekolah dengan sedikit memperhatikan beberapa kelas yang sedang begitu
sunyi di isi pelajaran yang sangat membosankan bagiku, namun langkahku terhenti
saat melewati ruang kesenian, aku mendengar suara erangan kesakitan.. niatku ke
kamar mandi sedikit teralihkan, aku mendadak ingin melihat keadaan didalam
sana,, aku sedikit membuka pintu ruangan tersebut mengintip apa yang terjadi,
bola mataku membulat saat aku melihat taehyung oppa memegang kepalanya
kesakitan dia terduduk, aku berniat membantunya namun.. aku teringat kata-katanya
kemarin, aku terdiam sejenak,, dan “persetan dengan kata-katanya… persetan pula
dengan penolakannya.aku mencintainya..” batinku segera aku berlari ke arahnya
yang sedang kesakitan,, dia menyadari kehadiranku dia menatapku kaget.
“mmau apa kau kesini??
Hah?? PERGI !! aku muak melihatmu!!” dia mengusirku namun entah kenapa kaki ku
enggan meninggalkannya dan malah melihatnya seperti orang bodoh tanpa melakukan
tindakan apapun
“PERGI !! kataku
pergi,, ARGHHh ahh appo..” badannya ambruk tangannya mencengkram kuat kepalanya
seolah , aku segera menghampirinya
“sunbae… sunbae,, kau
baik baik saja?? Sunbae..!!” aku mencoba memastikan keadaanya dia menatapku
nanar “yira..” ucapnya sebelum matanya benar benar menutup, dia pingsan ya
benar dia pingsan, aku panic setengah mati melihat orang yang aku cintai
kesakitan sampai kehilangan kesadarannya aku segera berteriak mencari
pertolongan namun ruang kesenian yang letaknya berada di pojok membuat aku
sulit mencari pertolongan aku sedikit berlari mencari orang yang bisa
membantuku, keberuntungan ada di pihaku suga sunbae teman sekelas taehyung
berjalan ke arahku aku langsung menarik lengannya dia sedikit kaget dengan
perlakuanku
“apa yang kau lakukan??
Apa yang terjadi?”tanyanya bingung sambil terus mengemut lolipopnya
“sunbae ini bukan
waktunya untuk berkepo ria ini darurat!! Palli ikut aku!!”aku menarik
lengannya,
“darurat?? Apanya yang
darurat? Eoh?” tanyanya semakin bingung “aishh,, Taehyung sunbae !! dia pingsan
di ruang kesenian!!!” kata-kataku membuat suga segera membulatkan matanya dan langsung
berlari mendahuluiku menuju ruang kesenian
“taehyung !!” suga
sunbae langsung menghampiri tubuh pucat taehyung sahabatnya “taehyung ireona
!!” suga mengguncang guncangkan tubuh taehyung,dia segera mengeluarkan
handphone dicelananya dan menghubungi rekan yang lainnya “hallo, yak park jimin
palli cepat ke ruang kesenian sekarang taehyung pingsan..!!” “ahh ne aku tunggu
segera jangan lupa ambil kunci mobilmu sekalian!” titahnya ditelepon “ah kau
han yira tolong bantu aku mengangkat tubuhnya!” titahnya padaku aku hanya
menganggukan kepala,mencoba mengangkat badan taehyung “heughh aishh..kkau
bberat sekkali bodoh!!” umpat suga sambil mengangkat tubuh berat taehyung,aku
hanya diam walau aku juga merasakan betapa beratnya tubuh taeyung oppa, tak
lama pintu ruang kesenian terbuka dengan keras kulihat park jimin berlari
kearah kami dengan tergesa gesa “hyung waeyo??”tanyanya sambil mengatur
nafasnya tersenggal “jangan banyak Tanya cepat bantu kami mengangkatnya ke
mobil!” jimin segera membantu kami, dengan susah payah kami mengangkatnya
menuju mobil jimin dan langsung membawanya ke rumah sakit.
========================================
yira berjalan
mondar-mandir gelisan di depan pintu ruangan,sambil terus menggigit jari
telunjuknya “tenanglah dia akan baik-baik saja..!” jimin menepuk pundak yira
sambil tersenyum sedangkan suga masih terus menghubungi teman temannya yang
lain “gomawo sunbae..” jawab yira merasa sedikit tenang “kau sudah makan
siang??”Tanya jimin yira hanya menggeleng lemah “baiklah aku akan membelikan
makanan untukmu sebentar”kata jimin namun segera ditahan oleh yira “anni sunbae
aku tidak apa-apa aku tidak mau merepotkanmu”jawabnnya tidak enak “justru jika
kau telat makan kau akan lebih merepotkan!!” kata jimin sambil melancong
pergi,yira hanya diam membenarkan kata-kata jimin dalam hati, tiba-tiba dokter
yang menangani taehyung (daehyun) keluar.
“apa dia baik-baik
saja??” Tanya yira khawatir,dokter itu malah tersenyum dam bertanya “apakah kau
yeoja bernama yira?? Han yira?” yira sedikit bingung dengan dokter tersebut
yang tiba-tiba mengalihkan pembicaraan , lalu yira hanya mengangguk “dia
baik-baik saja tapi mungkin kesadarannya akan pulih besok”katanya sambil
tersenyum menepuk pundak yira “umm dok,aku mau bertanya taehyung op ah taeyung
sunbae dia kenapa?” yira bertanya dengan hati-hati belum sempat dokter menjawab
suga menghampiri mereka “kami boleh kedalam dok??”Tanyanya tergesa,dokter hanya
menganggukan kepalanya suga langsung menyerobot masuk kedalam “kau akan tau
sendiri yira, aku tidak bisa memberitahunya sekarang”kata daehyun dengan raut
wajah sulit diartikan lalu pergi meninggalkan yira dengan ribuan pertanyaan
dibenaknya “sebenarnya apa yang terjadi?? Let me know taehyung oppa” gumamnya
lirih, yira memutuskan masuk keruangan taehyung,terlihat disana suga duduk di
sofa masih sibuk dengan handphone “sebenarnya kemana mereka semua?? Kenapa
disaat keadaan genting mereka tidak bisa dihubungi”geram suga “sunbae.. kau
boleh pulang biar aku yang menunggu taehyung oppa , kau terlihat sangat lelah”
kata yira terlihat khawatir, suga sedikit berfikir “baiklah.. aku titip
taehyung sebenarnya aku tidak ingin meninggalkannya tapi.. aku sudah berjanji
akan mengantar ibuku ke gangnam, lagi pula masih ada jimin kau bisa bergantian
dengannya jika kau lelah, yang lain biar aku mencoba menghubunginya” katanya
panjang lebar “hmm oppa aku akan menjaganya kau tidak usah khawatir”kata yira
sambil tersenyum “baiklah…aku pergi dulu, aku titip dia ya, bye..” suga
meninggalkan pintu ruangan dan berpapasan dengan jimin yang akan masuk terlihat
mereka sedikit berbincang sampai suga pun benar benar pergi meninggalkan mereka
bertiga yang disusul masuknya jimin kedalam ruangan sambil tersenyum dengan
kantong plastic ditangannya “makanlah !” jimin menyerahkan kantong plastic itu
pada yira,yira menerimanya dengan ragu “kau sudah makan sunbae?,kalau belum..”
“aku sudah makan, kau makan saja sendiri”jimin memotong perkataaan yira sambil
tersenyum “baiklah aku akan memakannya maaf aku..” “kau tidak merepotkanku
tenang saja..!” lagi lagi jimin memotong perkataan yira,membuat yira terkekeh
pelan dan langsung menyantap makanan yang diberikan jimin yaitu sebungkus
kimbab dan milkshake rasa strawberry,jimin hanya tersenyum melihat yira
menyantap makanan yang dibawanya dengan lahap.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“sunbae.. ini sudah
malam, kau boleh pulang biar aku yang menjaga taehyung oppa lagi pula besok kau
harus sekolah” kata yira mengingatkan jimin yang sedang bermain game di
handphonenya “aku malas pulang,lagi pula aku membawa baju ganti…”katanya sambil
tetap fokus pada gamenya “aku tau kau lelah, lagi pula besok sekolah, kau tidak
boleh bolos! sunbae”lanjut yira lagi kali ini jimin menyimpan handphonenya dan
menatap yira seduktif,yira sedikit risih dengan tatapan itu “kau cerewet sekali
han yira.. araseo araseo aku akan pulang,”membuat yira tersenyum “tapi tidak
sekarang,justru aku sengaja agar besok aku bolos soalnya besok ada pelajaran
yuseok songsaengnim dan itu sangat membosankan”kata jimin lalu kembali
memainkan game nya dan itu membuat yira mempoutkan bibirnya jimin yang melihat
itu hanya gemas ingin sekali ia mencium bibir ranum yira, namun jimin hanya
menahannya dalam hati “baiklah terserah kau saja sunbae..” yira menyerah dan
memilih tidur disamping taehyung.
= Keesokan harinya =
Yira terbangun dari tidurnya
ia melihat taehyung disampingnya yang masih belum sadar terlintas kekhawatiran
yang teramat sangat dibenaknya “kau sudah bangun??” Tanya jimin yang masuk
keruangan tersebut dengan sebungkus roti sandwich dan banana milk di tangannya
“eoh?? Sunbae..? ah ne aku baru saja bangun..tapi..” yira melihat kea rah
taehyung “kau tenang saja,, dia nanti juga akan sadar..ini makanlah kau belum
sarapan” jimin menyerahkan makanan tersebut ke yira “kau sendiri sudah sarapan
sunbae?” Tanya yira “aku sudah sarapan tadi di depan”katanya tersenyum miring,
yira menerima makanan tersebut dengan senyuman dan melahapnya, baru setengah
yira memakannya , yira langsung berhenti saat melihat taehyung mulai membuka
matanya “oop sunbae.. !!” yira hampir saja memanggil taehyung dengan sebutan
yang dibencinya karena terlalu senang , namun kesenangnnya tak bertahan lama
saat taehyung menjawabnnya dengan dingin “sedang apa kau disini?” tanyanya
dingin “aku menunggumu sadar sunbae”jawab yira hati-hati “pergi!! Aku muak
melihatmu!! Lagi pula aku sudah sadar kau bisa pergi sekarang aku muak
melihatmu lama-lama!” usir taehyung kasar,yira hanya menunduk dan keluar
ruangan sambil menahan tangisnya,jimin yang meilhat itu pun geram dan menegur
taehyung “kau ini apa-apaan hah?? Kenapa kau berbuat seperti itu padanya?!”kata
jimin dengan suara tinggi “kenapa kau malah membelanya?? Ahh aku lupa,,
bukankah kau menginginkannya?? Haha ambilah kau bisa menidurinya kapanpun”
jawab taehyung pedas jimin sempat akan melontarkan tinjunya namun segera ia
tahan mengingat keadaan taehyung yang baru sadar “kkau ! kau seharusnya
berterima kasih padanya !! KIM TAEHYUNG !! kalau bukan dia yang menyelamatkanmu
!! mungkin saat ini kau sudah MATI !! diruang kesenian itu!! Dasar tidak tau
berterima kasih!! Sikapmu sudah keterlaluan kim taehyung!!” jimin langsung
meninggalkan ruangan mengejar yira dan berpapasan dengan daehyung yang akan
memeriksa taehyung.
Daehyun hanya diam saat
memeriksa keadaan taehyung,begitu juga taehyung yang masih larut dalam
fikirannya “hyung..”taehyung membuka pembicaraan saat daehyung membetulkan
infusan taehyung “hmm?” “aaaku..” kata taehyung menggantung “apa yang temanmu
bilang benar, sikapmu benar benar keterlaluan, apa setega itu kau membuat yeoja
yang kau cintai menangis dengan beberapa luka yang kau berikan padanya yang
mungkin sulit disembuhkan..” daehyun menatap taehyung lekat,, air mata taehyung
sudah mengalir dari tadi “tapi hyung..” “ubahlah jalan yang kau pilih sebelum
menyesal kim taehyung..” ucap daehyun meninggalkan taehyung yang terus terisak
ditempat tidurnya…
=Other side=
Yira terus menangis
dibangku taman rumah sakit hatinya terasa sangat rapuh saat ini.. ia sudah
merasa sangat lelah menerima perlakukan kasar kim taehyung , jimin menghampiri
yira yang sedang menangis “eoh?? Sunbae?? Sejak kapan kau??” yira segeran menghapus
air matanya asal menyadari kehadiran jimin “sejak tadi ..” katanya sambil terus
menatap lurus kedepan , sejenak keheningan tercipta diantara mereka berdua
sampai jimin bertanya “kenapa kau bertahan?” yira menatap jimin bingung seakan
mengerti kebingungan yira jimin memperjelas pertanyaanya “kenapa kau tetap
bertahan dengan kim taehyung walau kau selalu mendapat perlakukan seperti ini
darinya? Aku tau bukan sekali dua kali ia melakukannya padamu, sering iya kan?”
dia menghela nafas panjang mendengar pertanyaan jimin sebelum ia menjawabnnya
“ada banyak alasan sunbae..” “apa itu?” “pertama, almarhum ibunya sudah
menitipkan dia padaku , kedua, ada banyak pertanyaan yang aku simpan dan hanya
dapat dijawab oleh dia dan yang ketiga…” “kau mencintainya… iya kan?” jimin
memotong perkataan yira, yira terdiam “hmmm aku mencintainya sunbae.. entahlah
mungkin aku ini tolol atau idiot,, aku mencintainya.. padahal aku tau jelas
jelas ia membenciku.. aku ini bodoh sunbae..” kini yira tidak dapat menahan
tangisnya lagi dia menangis menutup mukanya dengan tangan jimin segeran
menyenderkan yira ke pundaknya hati jimin berasa ikut merasakan kesedihan yang
yira rasakan jimin juga mulai merasa air matanya akan jatuh namun jimin
menahannya ya,, jimin laki laki namun dia benar benar tidak tahan jika harus
berhadapan dengan seorang wanita yang menangis “aku tau kau pasti bisa melewati
ini semua.. aku tau kau seorang wanita yang tegar han yira.. lanjutkan jika kau
memang benar benar mencintainya..namun jika kau memang sudah merasakan
kesedihan dan penderitaan yang tak bisa kau tahan lagi datanglah kepadaku aku
bersedia menjadi pundakmu..” jimin meyakinkan yira.. yira masih hanyut dalam
kesedihannya “anggap saja aku ini temanmu atau kakakmu dan mulai saat ini
jangan panggil aku dengan sebutan formal lagi sekarang panggil aku oppa
araseo??” jimin memberikan jari kelingkingnya pada yira , yira terdiam dan
melihat sejenak kearah jimin lalu tersenyum dan menyambut jari kelingking jimin
dengan kelingkingnya.
Tanpa mereka sadari kim
taehyung menyaksikan mereka berdua dari jauh.. hatinya merasak sangat sakit
melihat yira bisa tersenyum karena jimin ia berharap dialah yang menjadi posisi
jimin sekarang namun karena sikapnya ia malah berada di posisi sebaliknya walau
dia tau yira mencintainya dan dia mencintai yira namun mereka tidak semudah itu
bisa bersatu karena taehyung sadar ia akan menyakiti yira pada akhirnya dengan
kepergiannya, namun dia juga sadar akan sikapnnya sekarang yang malah menyakiti
yira begitu jauh.
=============================================
Taehyung oppa kini
sudah kembali ke apartement kami setelah 2 hari menginap dirumah sakit,dia
hanya diam tak bicara sedari tadi pulang dan lebih memilih masuk ke kamar lalu
tertidur, dengan sikapnnya begini justru aku semakin khawatir padanya takut
terjadi apa apa dengannya, aku memutuskan masuk ke kamar melihatnya dia
tertidur aku menghampirinya memastikan ia sudah benar benar tidur sehingga aku
punya kesempatan untuk melihat wajahnya lebih lama aku mengusap rambut hitamnya
namun apa ini?? Rambut ? batinku.. ada apa dengan rambutnya?? Batinku sambil
terus menatap segenggam rambut ditanganku, aku segera tersadar saat taehyung
membuka matanya dan melihatku didekatnya,aku segera akan menghindar namun
tangannya menahan lenganku “camkaman..” aku memejamkan mataku bersiap menerima
caciannya namun aku tidak mendengar apapun aku mencoba memberanikan diri
melihat wajahnya kulihat dia tengah menatapku lekat “wwae opp ah maksudku
sunbae?”tanyaku hati-hati “bisakah kau temani aku tidur disini??”pintanya
lemah, apa?? Apa katanya? Aku tidak salah dengar kan?? Aku tidak sedang
bermimpi kan?? Oh god.. dia dia.. kim taehyung namja yang paling membenciku
menyuruhku menemaninya untuk tidur?? Tentu aku tidak akan menolaknya sungguh
demi apapun aku sangat senang,namun sial aku malah menjadi berkeringat dingin
begini detang jantungku menjadi sangat tidak beraturan.batinku tanpa basa-basi
dia menariku kedalam pelukannya, oh tuhan dengan begini aku bisa merasakan
nafasnya yang hangat menderu ujung kepalaku dan suara detak jantungnya benar
benar jelas ditelingaku “apa kau tidak nyaman??” tanyanya sambil terpejam
“aaani.. waee sunbae?” “detak jantungmu sangat tidak beraturan..”lanjutnya
“hehe ini sudah biasa..sunbae.”aku menetralkan diriku sendiri. Aku tidak mendengar
suara darinya lagi..kurasa dia sudah benar benar tertidur.
====================================================================
Pagi ini Taehyung
bangun lebih awal dari yira,dia lebih memilih menyiapkan sarapan untuknya dan
yira,entah kenapa dia merasa moodnya menjadi lebih baik saat dia bersikap
lembut dan baik kepada yira dibandingkan saat bersikap kasar hatinya selalu
sakit dan gelisah dan menyesal itu semua menjadi satu hingga membuat taehyung
menjadi tak karuan,entah sampai kapan dia akan bersikap lembut seperti sekarang
akankah sementara atau sampai seterusnya sampai penyakitnya lambat laun menarik
rohnya keluar,kemarin saja yira mendapati rambut taehyung yang mulai rontok.
“taehyung oppa!!!!!!!!
Andawae.. taehyung!! Oppa .. kajima..kajima.. KAJIMA!!!...” yira terbangun dari
mimpi buruknya nafasnya tak beraturan…
“mimpi itu..seolah
memberiku sebuah peringatan..ada apa sebenarnya”batin yira tiba tiba dia
teringat sosok taehyung dia segera berlari mencari taehyung, hatinya lega saat
mendapati taehyung sedang memasak di dapur.. “eh?? Apa? Dia memasak?? Tidak
biasanya”batin yira , taehyung sedikit kaget melihat yira tiba-tiba ada
dibelakangnya namun kemudian dia tersenyum
“Kau sudah bangun eoh??
Duduklah sebentar lagi masakanku matang”kata taehyung sambil membolak balik
omelet buatannya, yira hanya melongo tak percaya dengan perkataan taehyung, dia
mengira sikap taehyung kemarin tidak akan berlanjut sampai pagi ini, “Kenapa
kau melamun?? Kau tidak mau sarapan buatanku ya? Tenang saja aku tidak akan meracunimu!”katanya
tergelak “aaani sunbae ,, umm baiklah .” yira duduk dengan sedikit ragu
menunggun masakan taehyung
“cha..
selesai…!!”taehyung meletakan 2 piring omelet buatannya dimeja makan
“makanlah..!!” kata taehyung sambil tersenyum.mereka berdua pun menikmati
sarapannya.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Yira kini telah siap
untuk pergi ke sekolah,dia sedikit merapikan dirinya didepan cermin dan segera
keluar apartementnya namun tangannya ditahan oleh taehyung “berangkatlah bersama
denganku..”katanya dengan tatapan memohon “ttapi sunbae…”kata yira tergagap
dengan tatapan tak percaya entahlah pagi ini yira merasa hal hal tak terduga
datang padanya “apakah,, kau sudah ada janji dengan pria lain untuk berangkat
bersamamu??”Tanya taehyung kecewa “TENTU SAJA TIDAK OPPA !!”dengan cepat yira
membantah “aku tidak punya namjachingu..”lanjutnya sambil tertunduk malu “hanya
kau lah kim taehyung, pria satu satunya dihatiku..”batin yira , seakan bisa
membaca apa yang difikirkan yira, taehyung pun tersenyum puas dia segera
memakai jaketnya dan mengangkat dagu yira.. “kenapa menunduk??” tanyanya sambil
menatap mata yira dalam membuat yira meleleh seketika ditatap seperti itu oleh
taehyung, yira hanya terdiam ditempat hanyut dalam tatapan taehyung tanpa ia
sadari wajah taehyung dan wajahnya semakin mendekat hingga tidak ada jarak
diantara mereka. Yira menutup matanya saat merasakan bibir taehyung menempel
pada bibirnya,jantung yira serasa ingin meledak, untuk beberapa saat mereka
hanya diam menempelkan bibirnya masing masing,namun taehyung segera melumat
lembut bibir apel yira “manis”batin taehyung entah ini efek liptick yang yira
pakai atau memang rasa itu datang dari perasaanku sendiri mereka semakin
terhanyut dalam ciuman manis dipagi ini.. taehyung menarik tekuk yira
memperdalam ciumannya namun masih tetap lembut dan manis bagi yira .. “ini yang
aku harapkan akhirnya semuanya terkabul ciuman pertamaku diambil oleh orang
yang aku cintai”batin yira, yira tersenyum dalam ciumannya tak terasa air matanya
terjatuh,taehyung langsung melepaskan tautan antara mereka merasakan yira
menangis,bukan menangis sedih namun tangis haru yang keluar,taehyung langsung
memeluk yira “mianhae..”ucap taehyung hampir tak terdengar. “sunbae kita hampir
telat..”kata yira masih dalam pelukan taehyung.. “kau benar..tapi aku sudah
nyaman seperti ini.”taehyung memejamkan matanya masih memeluk yira.. “kau benar
tapi aku ada ulangan sekarang” kata yira dengan raut kecewa “mata pelajaran
siapa?”Tanya taehyung masih enggan melepaskan pelukannya “Bang songsaengnim..”
“aishh pelajaran guru menyebalkan itu..”umpat taehyung “baiklah ayo kita
berangkat..”kata taehyung melepaskan pelukannya dan langsung meraih tangan yira
menuju motor taehyung.
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
Taehyung menghentikan
motornya,semua orang melihat taehyung tak percaya., bagaimana tidak taehyung
membonceng seseorang yang sangat dibencinya saat ini.. ya.. -_- ‘HAN YIRA’
taehyung hanya acuh dengan tatapan disekitarnya sedangkan yira merasa sangat
bingung dengan dirinya saat ini.. ditengah kebingungannya itu taehyung langsung
menggenggam tangan yira dan berjalan menuju gedung sekolah yira hanya menatap
taehyung tak percaya “lihatlah kedepan kau
bisa jatuh jika terus melihat wajah tampanku ini…”kata taehyung masih terus
berjalan tanpa melihat yira,wajah yira langsung memerah mendengar itu,taehyung
yang melihatnya tersenyum puas “oh tuhan wajahnya sangat menggemaskan jika
seperti itu, aku bisa gila jika seperti ini,lihat bibir merahnya.aish.. ingin
sekali aku menciumnya sekarang didepan umum arghh han yira aku mulai gila
karenamu.”batin taehyung “sunbae terima kasih sudah mengantarku, sekarang aku
masuk ke kelas,sebaiknya kau juga masuk sebentar lagi bel berbunyi” ya taehyung
mengantar yira sampai depan kelasnya “kau masih memanggilku sunbae??” taehyung
mempoutkan bibirnya “bukankah kau tidak suka jika aku memanggilmu oppa?” yira
menunduk takut , taehyung sedikit kecewa mengingat sikapnya dulu kepada yira
“lupakan itu.. sekarang panggil aku oppa ne?”pinta taehyung yira hanya
mengangguk malu , lalu taehyung pun pergi menuju kelasnya diatas. Yira pun
segera menuju bangkunya namun ia sadar bahwa seisi kelas terus memperhatikannya
sampai ia duduk dikursinya ia masih saja menjadi pusat perhatian sekelas yira
sedikit risih ia pun menanyakan kepada sahabatnya. “yak yoojin ada apa dengan
mereka? Kenapa mereka terus menatapku seperti itu??” “yak si bodoh ini..!!
bagaimana tidak?? Mereka tau kau wanita yang paling dibenci kim taehyung dan
sekarang dengan mata kepala mereka sendiri mereka melihat kau berangkat sekolah
bersama dia bahkan kau bergenggaman tangan dengannya tentu saja kau menjadi
pusat perhatian.” Kata yoojin sambil menjitak yira “auwhh eyy kurasa mereka
berlebihan..” kata yira lagi “terserah kau saja,, lah dasar si bodoh..” kata
yoojin kembali menekuni bukunya”
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
#Breaktime
“hey hey hey..
lihat..dia datang” kata jhope melihat kedatangan taehyung
“what’s up.. broo” kata
namjoon menepak pundak taehyung yang hanya dibalas senyuman taehyung
“bagaimana kau sudah
sehat hyung??”Tanya jungkook sambil menyeruput juice nya
“hey hey dengar ini
“kim taehyung berpacaran dengan wanita yang dibencinya” oh man.. kau.. hahahaha
chukkae..” kata suga menepuk nepuk pipi taehyung, “akhirnya kau sadar juga
taehyung..” kata jimin tersenyum “aigoo kalian salah faham,, ini bisa aku
jelaskan..!!” kata taehyung malu-malu. “sudahlah … benarkan apa yang aku bilang
jangan terlalu membencinya..”kata jin “hey hey jangan jangan kau dan dia
semalam..ahh untung aku tidak keburu menyentuhnya”jimin berbisik sambil
menggoda taehyung “ish.. dasar kau si pendek mesum.. bisakah
kau..aish..”taehyung mengumpat jimin yang terus berfikiran yang tidak-tidak
tentang dirinya dan yira. Semuanya tertawa melihat jimin langsung ciut
mendengar perkataan pedas taehyung.. namun tak lama kemudian wajah taehyung
terlihat memucat tangannya mengepal kuat menahan sakit… “hyung .. kau baik baik
saja…wajahmu pucat sekali..”jungkook yang menyadari itu langsung bertanya “aku
baik baik saja..aku ke kamar mandi sebentar…”taehyung mencoba tersenyum dan
pergi ke kamar mandi.
Taehyung melihat
bayangan dirinya yang menyedihkan dalam kaca kamar mandi rambut hitam
kecoklatannya kini mulai menipis matanya yg bening kini mulai menguning..
bibirnya yang pucat, dia memutuskan untuk pergi menuju tempat daehyun sekarang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar